Menjadi seorang pelaut adalah profesi yang sangat mengandalkan kredensial teknis dan legalitas dokumen. Berbeda dengan cara membuat CV pada umumnya, CV pelaut harus menonjolkan riwayat penugasan di laut (sea service) secara mendetail. Perusahaan pelayaran atau manning agency akan melihat apakah Anda memiliki kualifikasi yang sesuai dengan jenis kapal yang mereka operasikan, baik itu kapal kargo, tanker, pesiar, maupun kapal tunda (tugboat).
Dalam dunia maritim yang ketat dengan regulasi internasional (STCW), kesalahan dalam mencantumkan data sertifikat bisa membuat lamaran Anda langsung diabaikan. Oleh karena itu, penting untuk menyusun informasi secara sistematis agar memudahkan crew manager melakukan verifikasi.
Struktur CV Pelaut yang Benar
Sebuah CV pelaut yang profesional harus memiliki struktur yang memudahkan pembaca menemukan informasi kunci dalam hitungan detik. Berikut adalah urutan bagian yang disarankan:
Identitas Pribadi dan Kontak
- Nama lengkap sesuai dengan paspor dan buku pelaut.
- Jabatan terakhir atau posisi yang dilamar (misalnya: 2nd Officer, Oiler, atau Cook).
- Nomor telepon aktif dan alamat email profesional.
- Tempat dan tanggal lahir (penting untuk perhitungan usia pensiun/asuransi).
Data Dokumen Perjalanan
Karena pelaut sering berpindah negara, informasi dokumen ini wajib ada:
- Nomor Buku Pelaut (Seaman's Book) beserta tanggal kedaluwarsa.
- Nomor Paspor dan masa berlakunya (minimal sisa 12 bulan lebih disukai).
- Visa khusus jika ada (misalnya US Visa C1/D atau Schengen Visa).
- Nomor SID (Seafarers Identity Document).
Cara Menulis Sea Service (Pengalaman Berlayar)
Bagian Sea Service adalah jantung dari CV pelaut. Rekruter ingin melihat pengalaman nyata Anda di atas kapal. Jangan hanya menulis nama perusahaan, tetapi berikan detail teknis kapalnya.
Detail yang Harus Ada di Setiap Riwayat Kapal
- Nama Kapal: Tuliskan nama lengkap kapal.
- Jenis Kapal: Contohnya Bulk Carrier, Oil Tanker, Container, atau Passenger Ship.
- Jabatan (Rank): Posisi Anda saat bertugas di kapal tersebut.
- Ukuran Kapal: Cantumkan GT (Gross Tonnage) untuk bagian dek atau KW/BHP (Engine Power) untuk bagian mesin.
- Periode Kontrak: Tanggal Sign On dan Sign Off yang jelas.
- Nama Perusahaan/Agency: Perusahaan yang mengoperasikan kapal tersebut.
Gunakan urutan kronologis terbalik, yakni mulai dari pengalaman berlayar yang paling terbaru atau sedang berlangsung pada tahun 2026 ini. Hal ini menunjukkan kesiapan Anda untuk kembali bertugas.
Daftar Sertifikat Kompetensi dan Kemahiran
Sertifikat pelaut dibagi menjadi dua kategori besar: Sertifikat Kompetensi (CoC) dan Sertifikat Kemahiran (CoP). Pastikan Anda mencantumkan nomor sertifikat dan tanggal diterbitkan (Date of Issue).
Sertifikat Kompetensi (CoC)
Ini adalah ijazah profesi Anda sebagai pelaut. Pastikan tingkatan ijazah tertulis jelas:
- ANT I / II / III / IV / V (untuk bagian Dek).
- ATT I / II / III / IV / V (untuk bagian Mesin).
- Rating Formative (untuk bagian bawahan/ratings).
Sertifikat Kemahiran (CoP)
Sertifikat ini menunjukkan keterampilan spesifik Anda dalam hal keselamatan dan operasional kapal:
- BST (Basic Safety Training): Syarat mutlak bagi semua pelaut.
- SCRB (Survival Craft and Rescue Boats): Keterampilan menggunakan sekoci.
- AFF (Advanced Fire Fighting): Keterampilan pemadaman kebakaran tingkat lanjut.
- MFA / MC (Medical First Aid / Medical Care): Keterampilan medis di atas kapal.
- Sertifikat khusus kapal: Seperti BOCT/AOT (untuk kapal tanker) atau CCM (untuk kapal pesiar).
Dokumen Pendukung dan Kesehatan
Selain sertifikat teknis, ada dokumen non-teknis yang sangat menentukan apakah Anda bisa segera diberangkatkan atau tidak. Pastikan poin-poin berikut tidak terlewat:
Kesehatan dan Vaksinasi
- Sertifikat Medis (Medical Fitness Certificate) yang masih berlaku.
- Buku Kuning (Yellow Fever Vaccination) untuk rute pelayaran tertentu.
- Bukti vaksinasi lengkap (termasuk booster terbaru jika diminta oleh negara tujuan).
Kemampuan Bahasa
Untuk pelaut yang ingin bekerja di kapal asing (foreign going), kemampuan bahasa Inggris adalah wajib. Jika Anda memiliki skor Marlins Test atau TOEFL/IELTS, cantumkan nilainya di bagian keahlian. Anda juga bisa melihat referensi contoh keahlian dalam CV untuk cara penulisan yang menarik.
Contoh Surat Lamaran Kerja Pelaut
Menyertakan contoh surat lamaran kerja yang formal akan memberikan kesan pertama yang baik. Berikut adalah format surat lamaran kerja pelaut dalam bahasa Indonesia yang benar.
[Kota Domisili], [Tanggal]
Perihal: Lamaran Pekerjaan — [Jabatan, misal: 3rd Officer]
Lampiran: 1 (satu) Berkas CV dan Dokumen Pelaut
Yth. Crewing Manager
[Nama Perusahaan Pelayaran]
di [Kota]
Dengan hormat,
Melalui surat ini, saya bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan untuk posisi [Jabatan yang Dilamar] di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Saya mendapatkan informasi lowongan ini melalui [Sebutkan Sumber Informasi].
Saya adalah lulusan dari [Nama Sekolah/Akademi Pelayaran] dengan ijazah kompetensi [Sebutkan CoC Anda, misal: ANT III]. Saya memiliki pengalaman berlayar selama [Jumlah] tahun, dengan pengalaman terakhir bertugas di kapal jenis [Sebutkan Jenis Kapal, misal: Oil Tanker] milik perusahaan [Nama Perusahaan Sebelumnya].
Selama bertugas, saya selalu mengutamakan prosedur keselamatan kerja sesuai standar STCW dan memiliki catatan sea service yang bersih. Saat ini, seluruh dokumen wajib saya seperti Paspor, Buku Pelaut, dan sertifikat kemahiran (CoP) termasuk BST dan SCRB dalam kondisi aktif dan siap digunakan untuk penugasan segera.
Besar harapan saya untuk dapat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya dan menjelaskan kualifikasi saya secara lebih mendalam. Demikian surat lamaran ini saya sampaikan, atas perhatian Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[Nama Lengkap Anda]
No. HP: [Nomor WhatsApp]
Email: [Alamat Email]
Tips Tambahan Agar CV Dilirik Manning Agency
Persaingan di dunia maritim sangat ketat. Untuk menonjol, perhatikan beberapa hal teknis saat mengirimkan lamaran:
Hal yang Harus Dilakukan
- Gunakan format PDF agar tata letak tidak berantakan saat dibuka di perangkat rekruter. Anda bisa menggunakan cara membuat CV di Word lalu menyimpannya sebagai PDF.
- Pastikan foto profil menggunakan seragam pelaut yang rapi (apabila ada) dengan latar belakang polos.
- Gabungkan CV, scan buku pelaut, dan sertifikat utama menjadi satu file PDF yang ukurannya tidak lebih dari 2MB jika dikirim via email.
Hal yang Harus Dihindari
- Mengirimkan foto sertifikat yang miring, buram, atau tidak terbaca.
- Mencantumkan pengalaman berlayar yang tidak bisa dibuktikan dengan cap di Buku Pelaut.
- Menggunakan alamat email yang tidak profesional (misalnya: pelaut_kece123@email.com).
- Melampirkan sertifikat yang sudah kedaluwarsa tanpa keterangan sedang dalam proses pembaruan (revalidasi).
Ingatlah bahwa kejujuran adalah kunci utama dalam karier pelaut. Pastikan seluruh data sea service yang Anda tulis sesuai dengan apa yang tertera di Buku Pelaut dan sign off resmi dari nakhoda. Dengan CV yang rapi dan dokumen yang lengkap, peluang Anda untuk mendapatkan kontrak di kapal impian akan semakin besar.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu Sea Service dalam CV pelaut?
Apakah sertifikat BST wajib dicantumkan?
Apa bedanya CoC dan CoP dalam CV?
Haruskah mencantumkan nomor Buku Pelaut di CV?
Talent Pool Joijob
Mau dilirik perekrut tanpa melamar satu per satu?
Tayangkan profilmu di Talent Pool. Perekrut terverifikasi yang mencari kandidat, kamu yang memutuskan siapa boleh melihat datamu.
- Gratis untuk pencari kerja
- Tampil anonim, tanpa nama dan kontak
- Kontak terbuka hanya atas izinmu
Perekrut atau HR? Cari kandidat di sini.
📬 Dapat tips kerja mingguan
Artikel & tips CV/interview terbaru langsung ke email kamu. Gratis, bisa berhenti kapan aja.
Mampir juga ke Komunitas Joijob untuk berbagi info lowongan dan tips bersama sesama pencari kerja.