Bagian keahlian (skills) di CV adalah salah satu yang paling cepat dilirik rekruter dan paling sering dicocokkan oleh sistem ATS dengan kata kunci lowongan. Menuliskannya dengan tepat bisa membuat CV-mu terlihat lebih relevan. Artikel ini berisi contoh hard skill dan soft skill untuk berbagai profesi, plus cara menuliskannya agar menonjol.
Dua Jenis Keahlian: Hard Skill & Soft Skill
Keahlian di CV umumnya dibagi menjadi dua:
- Hard skill — keahlian teknis yang bisa diukur dan dipelajari, seperti mengoperasikan software, bahasa pemrograman, atau mengemudi. Contoh: Microsoft Excel, desain grafis, bahasa Inggris.
- Soft skill — keahlian non-teknis terkait kepribadian dan cara bekerja, seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan.
CV yang baik memuat campuran keduanya — tapi utamakan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Contoh Hard Skill per Bidang
- Komputer & Office: Microsoft Word, Excel, PowerPoint, Google Workspace, entri data
- Desain & Multimedia: Photoshop, CorelDRAW, Illustrator, Canva, editing video
- Pemrograman & IT: HTML/CSS, JavaScript, Python, SQL, instalasi jaringan
- Pemasaran: SEO, social media marketing, Google Ads, copywriting, riset pasar
- Keuangan & Admin: pembukuan, akuntansi dasar, perpajakan, aplikasi kasir
- Bahasa: Inggris, Mandarin, Jepang (sertakan level penguasaan)
- Teknik/Produksi: membaca gambar teknik, pengoperasian mesin, K3, kendali mutu (QC)
Contoh Soft Skill
- Komunikasi
- Kerja sama tim (teamwork)
- Manajemen waktu
- Kemampuan beradaptasi
- Pemecahan masalah (problem solving)
- Kepemimpinan
- Teliti dan memperhatikan detail
- Inisiatif dan manajemen stres
Contoh Keahlian per Profesi
Berikut kombinasi hard skill dan soft skill untuk beberapa profesi yang umum:
Microsoft Excel, entri data, pengarsipan · teliti, manajemen waktu, komunikasi.
Social media marketing, copywriting, riset pasar · komunikasi, negosiasi, berorientasi target.
Pengoperasian aplikasi CRM, mengetik cepat · sabar, komunikasi, problem solving.
Troubleshooting, instalasi jaringan, perawatan hardware · teliti, problem solving, cepat belajar.
Photoshop, Illustrator, CorelDRAW · kreativitas, manajemen waktu, perhatian pada detail.
Pengoperasian mesin, K3, kendali mutu (QC) · teliti, disiplin, kerja sama tim.
Pembukuan, Microsoft Excel, perpajakan dasar · teliti, jujur, analitis.
Cara Menulis Bagian Keahlian yang Baik
- Pisahkan hard skill dan soft skill, atau kelompokkan agar mudah dibaca.
- Pilih 6–12 keahlian paling relevan — jangan menumpuk semuanya.
- Sertakan level untuk bahasa atau software bila perlu (mis. "Excel: mahir").
- Sesuaikan dengan tiap lowongan; ubah urutan agar yang relevan ada di atas.
- Gunakan istilah yang umum dikenali, hindari singkatan yang membingungkan.
Kesalahan Umum
- Menulis keahlian yang tidak dikuasai — berisiko ketahuan saat interview atau tes.
- Menumpuk terlalu banyak skill hingga yang penting tenggelam.
- Hanya menulis soft skill umum tanpa bukti.
- Memakai grafik "level skill" berbentuk bar atau bintang yang sulit dibaca ATS.
- Tidak menyesuaikan keahlian dengan posisi yang dilamar.
Susun CV beserta keahlianmu
Di CV Kilat, masukkan keahlianmu di kolom khusus dan unduh PDF rapi yang ATS-friendly. Gratis, tanpa watermark.
Buat CV Sekarang →Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa banyak keahlian yang sebaiknya ditulis di CV?
Apa bedanya hard skill dan soft skill?
Apakah perlu menulis level keahlian seperti mahir atau menengah?
Apakah soft skill penting di CV?
📬 Dapat tips kerja mingguan
Artikel & tips CV/interview terbaru langsung ke email kamu. Gratis, bisa berhenti kapan aja.
Sudah tahu keahlian apa yang mau ditonjolkan? Langsung susun CV-mu di CV Kilat dan bergabung di Komunitas Joijob untuk berbagi tips bersama pencari kerja lain.